top of page

Minyak Telon, Yay or Nay?



Secara konvensional dan basic, minyak telon merupakan gabungan dari 3 jenis minyak; Cajuputi Oil (minyak kayu putih), Anise Oil (minyak adas), dan Cocos Oil (minyak kelapa), setiap brand memiliki kadar % dari masing masing komposisi yang berbeda.


Banyak brand juga yang belakangan menambahkan ekstra essential oil lainnya yang membuat minyak telon memiliki wangi yang berbeda beda, juga kegunaan tambahan sebagai penangkal nyamuk dan serangga (kandungan lavender / citronella).


Research wise gimana minBae? 

Jujur kalo dicari di web, sedikit banget hasil research mengenai telon oil, karena telon oil / minyak telon itu hanya banyak terpakai di Indonesia dan Asia Tenggara. Lebih common research mengenai Cajuputi Oil (minyak kayu putih), yang merupakan sebagian besar dari komposisi minyak telon.


Ilona, Sri Esa; Cahyono, Aris; Ellistasari, Endra Yustin; Irawanto, Muh. Eko; and Kariosentono, Harijono (2018) "The comparison of skin irritation level between topical cajeput oil and telon oil: A pilot study," Journal of General - Procedural Dermatology & Venereology Indonesia: Vol. 2: Iss. 3, Article 5.

DOI: 10.19100/jdvi.v2i3.91


Menurut jurnal di atas, Cajeput Oil (minyak kayu putih) mengakibatkan iritasi pada kulit lebih dibandingkan dengan alkohol dan minyak telon. Namun masih harus diingat bahwa minyak kayu putih sendiri merupakan sebagian besar komposisi dari minyak telon. Jadi perlu di take note bahwa minyak telon pun termasuk skin irritant / dapat mengakibatkan iritasi kulit.


Jadi, minyak telon gak aman dong minBae buat bayi dan anak kecil?

Jawabannya, gak juga sih, menurut minBae (dan sebagian besar Bunda Ayah yang minBae interview) gak ada yang benar atau salah untuk hal ini.


Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) sendiri, minyak telon tergolong dalam bahan iritan sehingga pemakaian BERLEBIH dapat menimbulkan ruam kulit. Kata kunci di sini adalah BERLEBIH, so sebenarnya sah sah dan aman aja ya kalau minyak telon dipakein ke bayi dan anak kecil. Minyak telon sendiri pun sudah ada sejak lama sebagai salah satu staple toiletries di kalangan anak Indonesia.


Tapiiiii, ya ada tapinya. 


Kembali lagi ke reaksi si Kecil terhadap pemakaian minyak telon. “Gak ada reaksi nya minBae, biasa aja kok”, berarti minyak telon nya aman untuk si Kecil dan boleh diteruskan pemakaiannya (tapi tidak berlebih ya). Namun ada beberapa kasus di mana si Kecil jadi susah bernapas karena aroma minyak telon yang tajam (extreme case sampai mimisan, true story) atau si Kecil yang memiliki kulit yang super delicate atau sensitif sehingga langsung timbul ruam, maka sebaiknya penggunaan minyak telon diberhentikan dan boleh mencari opsi lain, seperti calming rub yang memiliki kandungan aktif peppermint oil.


Selain reaksi si Kecil juga, tempat tinggal si Kecil pun harus jadi pertimbangan. Tinggal di lingkungan panas atau dingin kah? Di tempat yang ber AC kah? Jangan sampai akhirnya si Kecil malah jadi kepanasan dan tidak nyaman saat dipakaikan minyak telon.


Kalau saran dari dokter yang minBae tanyakan perihal ini, beliau sarankan agar Bunda Ayah test patch minyak telon yang akan dibeli ke kulit Bunda Ayah sendiri, dari situ Bunda Ayah bisa nilai minyak telon tersebut dari segi kehangatan, rasanya di kulit seperti apa dan aroma. Kata beliau juga, “Kalau Bunda Ayahnya tidak mau pakai di kulitnya sendiri, masa mau dipakein ke anaknya?”.


Sebagai kesimpulan, Bunda Ayah harus mengenali kandungan minyak telon yang akan digunakan kepada si Kecil dan juga kondisi atau karakter kulitnya. Minyak telon boleh digunakan, namun tidak berlebih, ya!

댓글


© Mae Bebe

  • Facebook
  • Instagram
bottom of page